Blog “Sistem Ekskresi Manusia” ini menyajikan kajian ilmu mengenai sistem ekskresi manusia, yang didalamnya berisi fungsi, organ-organ yang terlibat, mekanisme, serta gangguan yang menyerang sistem ekskresi manusia.
Media Pembelajaran IPA Berbasis ICT
Blog “Sistem Ekskresi Manusia” ini menyajikan kajian ilmu mengenai sistem ekskresi manusia, yang didalamnya berisi fungsi, organ-organ yang terlibat, mekanisme, serta gangguan yang menyerang sistem ekskresi manusia.
Silahkan
mengerjakan soal posttest berikut ini untuk mengukur sejauh mana pemahaman
kalian setelah mempelajari materi sistem ekskresi manusia. Setelah itu isilah
angket akhir ICT Literacy dan angket respon peserta didik
terhadap media Weblog. Link tersedia di akhir Google Form.
Sebelum
kalian mempelajari mengenai sistem ekskresi manusia, silahkan kerjakan beberapa
soal berikut ini untuk menguji sejauh mana pemahaman awal kalian mengenai
materi sistem ekskresi manusia dan kerjakanlah juga angket awal ICT
Literacy untuk mengetahui kemampuan ICT kalian. Link
tersedia di akhir Google Form.
Adistiana, Karina Dwi. 2018. Organ-Organ Sistem Ekskresi pada Manusia-Biologi Kelas 11. Diakses pada https://www.ruangguru.com/blog/organ-organ-sistem-ekskresi-pada-manusia.
Devi, A. K. B. 2017. Anatomi Fisiologi dan Biokimia Keperawatan. Yogyakarta : Pustaka Baru Press.
Febrianti, Asri. 2018. Sistem Ekskresi. Diakses pada http://asrifebrianti.blogspot.com/
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VIII Semester 2. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kurniawan. 2021. Ganggun Sistem Ekskresi dan Upaya Menjaga Kesehatan Sistem Ekskresi. Diakses pada https://mtsn2kotabandung.sch.id/owanseej/2021/03/GANGGUAN-SISTEM-EKSRESI-DAN-UPAYA-MENJAGA-KESEHATAN-SISTEM-EKSRESI.pdf.
Nugrahaeni. 2020. Pengantar Anatomi Fisiologi Manusia. Yogyakarta : Anak Hebat Indonesia.
Soesilawati, Pratiwi. 2020. Histologi Kedokteran Dasar. Surabaya : Airlangga University Press.
A
Albuminaria Kelainan yang terjadi
akibat adanya kerusakan pada glomerulus yang berperan dalam proses filtrasi,
sehingga pada urine ditemukan adanya protein
Alveolus (jamak,
alveoli) Salah satu dari kantong udara buntu yang berlobus banyak, tempat terjadinya
pertukaran gas pada paru-paru
Amonia Hasil
proses metabolisme asam amino
Arteri Pembuluh
yang membawa darah keluar dari jantung ke organ-organ di seluruh tubuh
Asam amino Unit terkecil penyusun protein
Asma Kelainan
yang ditandai dengan penyempitan pada saluran pernapasan
B
Biang keringat Penyakit yang terjadi
karena kelenjar keringat tersumbat oleh sel-sel kulit mati yang tidak dapat
terbuang secara sempurna. Keringat yang terperangkap tersebut menyebabkan timbulnya
bintik-bintik kemerahan yang disertai gatal
Bilirubin Pigmen berwarna
kuning-oranye hasil ekskresi hati; Bilirubin dihasilkan dari perubahan hemoglobin
yang terdapat pada sel darah merah
Biliverdin Pigmen berwarna
hijau hasil pengubahan hemin
D
Darah Jaringan ikat dengan matriks cair yang disebut plasma tempat sel darah merah, sel darah putih, dan fragmen sel yang disebut platelet tersuspensi
Darah bersih Sel-sel darah yang mengandung oksigen untuk disebarkan di seluruh tubuh
Darah kotor Sel-sel darah yang tidak mengandung oksigen atau biasa dikenal dengan deoksigenasi.
Dermis Lapisan
yang terdapat berbagai jenis jaringan. Pada lapisan dermis terdapat otot
penggerak
Diabetes insipidus Penyakit yang disebabkan
karena seseorang kekurangan hormone ADH atau hormone antidiuretik. Kondisi tersebut
menyebabkan keinginan buang air kecil secara terus menerus
Diafragma Lapisan otot yang
membentuk dinding bawah dari rongga dada mamalia. Kontraksi diafragma menarik
udara ke dalam paru-paru
Difusi Pergerakan
spontan zat mengikuti gradien konsentrasinya, dari daerah yang konsentrasinya
lebih tinggi ke daerah yang konsentrasinya lebih rendah
E
Ekskresi Pembuangan
zat-zat sisa metabolisme yang beracun bagi tubuh
Empedu Campuran
zat-zat yang dihasilkan oleh hati namun disimpan dalam kandung empedu dan yang
membantu proses pencernaan dan penyerapan lemak
F
Feses Zat-zat
buangan dari saluran pencernaan
Filtrasi Penyaringan/pengambilan
air dan zat-zat terlarut yang berukuran kecil, termasuk zat-zat buangan metabolik,
dari cairan tubuh
G
Ginjal Organ
yang memiliki fungsi sebagai penyaring darah
Globin Hasil
perubahan hemoglobin yang terdapat pada sel darah merah
H
Hati Organ
terbesar dalam tubuh vertebrata. Hati berperan dalam menghasilkan empedu, mempersiapkan
zat sisa untuk dibuang, dan mendetoksifikasi zat-zat kimia beracun dalam darah
Hemin Hasil
perubahan hemoglobin yang terdapat pada sel darah merah
Hematuria Suatu kelainan
yang ditandai dengan adanya sel-sel darah merah pada urine. Hal ini disebabkan
peradangan pada saluran kemih akibat gesekan dengan batu ginjal
Hemoglobin Protein yang mengandung
besi dalam sel darah merah yang berkaitan dengan oksigen
Hormon ADH (antidiuretic hormone) hormone yang sering dikenal dengan vasopresin yang dihasilkan oleh hipotalamus yang mendorong penyerapan air pada ginjal
K
Kulit Organ
ekskresi yang mengeluarkan bahan yang hampir sama dengan ginjal, yaitu sampah
nitrogen berupa urea
L
Lemak Lipid
yang tersusun atas tiga asam lemak yang bertautan dengan satu molekul gliserol;
disebut juga triasilgliserol atau trigliserida
N
Nefritis Peradangan
pada nefron, yaitu kerusakan bagian glomerulus ginjal. Nefritis disebabkan oleh
infeksi bakteri Steptococcus
Nefroan Satuan
ekskresi yang berbentuk tabung pada vertebrata
O
Organ Pusat
terspesialisasi dari fungsi tubuh yang tersusun atas beberapa jenis jaringan
berbeda
P
Paru-paru Organ ekskresi
yang mengeluarkan sisa metabolisme berupa CO2 dan H2O
Pelvis renalis Ruang berbentuk corong
yang menerima filtrat hasil olahan dari saluran pengumpul ginjal vertebrata dan
mengalirkan isinya ke ureter
T
Tuberculosis (TBC) Infeksi disebabkan oleh
bakteri Mycobacterium tuberculosis. Selain menginfeksi paru-paru,
bakteri ini juga dapat menginfeksi bagian lain dari tubuh
Tubulus distal Bagian nefron yang
membantu menyaring kembali filtrat dan menyalurkannya ke dalam saluran
pengumpul
Tubulus proksimal Bagian nefron yang terletak
di sebelah bawah kapsula bowman yang mengangkut dan membantu menyaring kembali
filtrat
U
Urea Zat
buangan bernitrogen yang larut dalam air, dihasilkan dalam hati oleh siklus metabolik
yang mengombinasikan amonia dan karbon dioksida
Ureter Saluran
dari ginjal ke kandung kemih
Urine Sisa
ekskresi yang dikeluarkan melalui ginjal
Urobilin Pigmen
kuning hasil perubahan urobilinogen, yang nantinya diekskresikan bersama urine
Urobilinogen Hasil perubahan bilirubin yang dibantu
oleh bakteri
V
Vena Pembuluh
darah balik, pembuluh yang mengalirkan darah dari jantung ke jantung
1. Minum Air Putih
Air putih memiliki banyak sekali manfaat bagi tubuh,
terutama bagi organ sistem ekskresi seperti ginjal dan kulit. Mengonsumsi air
putih yang cukup dapat mencegah tubuh dari dehidrasi atau kekurangan cairan.
Karena apabila tubuh mengalami dehidrasi, tubuh tidak dapat berfungsi secara
normal. Selain itu kandungan air di dalam tubuh berfungsi untuk mengatur suhu
tubuh agar tetap stabil, melindungi organ dan jaringan dalam tubuh, menjaga
kulit agar tetap lembab dan sehat, membantu kerja ginjal untuk membersihkan
racun yang ada pada tubuh, dan lain – lain.
Apakah kalian tahu, berapa takaran normal minum kita
agar tidak kekurangan cairan? Nah coba perhatikan gambar berikut!
Gambar 6.1 Takaran Minum Normal
Sumber : http://p2ptm.kemkes.go.id/uploads/TmQwU05BQS9YYlJpanB5VnNtRldFUT09/19_September_01.png
2. Mengatur Pola Makan
Mengatur pola makan yang sehat tentunya kita harus
menerapkan “Menu 4 Sehat 5 Sempurna.” Istilah itu telah dijadikan ukuran
kecukupan gizi yang ideal bagi tubuh kita. Alasanya karena “Menu 4 Sehat 5
Sempurna” mengandung zat gizi yang lengkap yang mencakup karbohidrat, protein,
vitamin, dan mineral. Dengan mengatur pola makan yang sehat, kita akan membantu
menjaga kesehatan sistem ekskresi dengan mengurangi makanan yang tidak baik
untuk tubuh.
Gambar 6.2 Menu 4 Sehat 5 Sempurna
3. Istirahat yang Cukup
Upaya selanjutnya yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan
organ sistem ekskresi adalah istirahat yang cukup. Saat tidur, kulit juga
beristirahat. Jadi, kualitas tidur yang baik akan membuat kulit menjadi sehat
dan tidak kering. Tapi ingat! Tidurnya yang cukup dan jangan berlebihan.
4. Rajin Berolahraga
Olahraga yang dilakukan untuk menjaga kesehatan sistem
ekskresi sebenarnya tidak perlu yang berat – berat, bisa seperti jalan kaki untuk
menuju ke tempat yang dekat. Nah dengan olahraga, bisa membatu kesehatan sistem
ekskresi seperti paru – paru dan ginjal.
5. Tidak Merokok
Rokok sangat berbahaya bagi kesehatan paru – paru karena
mengandung nikotin, tar, karbon monoksida, dan zat berbahaya lainnya.
6. Tidak Mengonsumsi Minuman Beralkohol
Alkohol dapat membuat kerusakan pada hati karena harus
bekerja ekstra untuk menetralisir racun yang terkandung dalam alkohol.
Coba amati video berikut ini!
Apakah kalian sering menjumpai iklah obat jerawat? Lalu apakah wajah kalian pernah atau sedang berjerawat? Pernahkah kalian merenungkan mengapa jerawat itu bisa muncul di wajah? Nah ternyata, jerawat merupakan salah satu gangguan pada organ sistem ekskresi manusia, tepatnya pada organ kulit.
Selain jerawat masih ada beberapa
gangguan organ sistem ekskresi manusia, diantaranya adalah sebagai berikut.
A. Gangguan pada Ginjal
1.
Hematuria
Hematuria
adalah penyakit yang diindikasikan adanya sel darah merah di dalam urin.
Referensi
:
https://www.alodokter.com/hematuria
https://www.halodoc.com/kesehatan/hematuria
2. Disuria
Disuria
adalah penyakit yang diindikasikan dengan rasa nyeri ketika buang air kecil.
Hal ini terjadi karena infeksi saluran kemih.
Referensi
:
https://hellosehat.com/urologi/kandung-kemih/anyang-anyangan/
https://linksehat.com/artikel/disuria
3. Nefritis
Nefritis
adalah penyakit rusaknya nefron, terutama pada bagian-bagian glomerulus ginjal.
Referensi :
https://www.docdoc.com/id/info/condition/radang-ginjal
https://www.gooddoctor.co.id/hidup-sehat/penyakit/penyakit-nefritis/
4. Albuminuria
Referensi :
Penyakit ini disebabkan
karena seseorang kekurangan hormone ADH atau hormone antidiuretik
Referensi :
1. Tuberkulosis
(TBC)
Penyakit pada paru-paru
yang disebabkan karena bakteri Mycobaterium tuberculosis. Hal ini
menyebabkan difusi oksigen terganggu karena adanya bintil-bintil atau
peradangan pada dinding alveolus. Apabila bagian paru-paru yang diserang meluas
maka sel-selnya akan mati dan paru-paru akan mengecil serta berakibat nafas
dari penderita akan terengah-engah.
Referensi :
Asma
adalah reaksi alergi serta penyempitan pada saluran pernapasan menyebabkan
sesak napas yang bersifat kambuhan.
Referensi :
C. Gangguan pada Hati
1. Sirosis hati
Sirosis hati adalah kondisi berubahnya sel-sel hati menjadi
jaringan ikat fibrosa, sehingga sel-sel hati itu kehilangan fungsinya.
Referensi :
https://www.alodokter.com/sirosis
https://www.halodoc.com/kesehatan/sirosis
2. Hepatitis
Hepatitis adalah peradangan pada hati atau liver. Hepatitis bisa disebabkan oleh infeksi virus, bisa juga oleh kondisi atau penyakit lain. Hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus dapat dibedakan menjadi hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D, dan hepatitis E.
Referensi :
https://www.alodokter.com/hepatitis
https://www.halodoc.com/kesehatan/hepatitis
D. Gangguan pada Kulit
1. Jerawat
Jerawat atau bintil
adalah infeksi kulit yang umumnya terjadi pada usia remaja hingga dewasa muda.
Debu, kotoran, bakteri yang terjebak dalam pori-pori menyebabkan munculnya
jerawat. Jerawat berlebihan menunjukkan bahwa tubuh tidak mampu mengeluarkan
racun dan limbah karena banyak masalah ginjal hormonal dan lainnya.
Referensi :
Biang
keringat terjadi karena kelenjar keringat tersumbat oleh sel-sel kulit mati,
sehingga keringat terperangkap dan menyebabkan timbulnya bintik kemerahan yang
disertai rasa gatal. Selain itu, debu dan kosmetik juga menyebabkan biang keringat.
Referensi :
Ternyata di dalam kulit terdapat kelenjar keringat yang berfungsi untuk mengeluarkan keringat dari tubuh. Lalu bagaimana sih mekanisme pengeluaran keringat dari tubuh? Yuk sekarang kalian perhatikan video berikut ya.
Nah, setelah kalian mengamati video tersebut, silahkan kerjakan beberapa pertanyaan pada lembar pertanyaan berikut.
Ketika berolahraga kalian akan mengeluarkan keringat bukan?
Selain menjaga suhu tubuh, berkeringat ternyata juga
berfungsi untuk mengeluarkan zat sisa metabolisme. Sebagai organ ekskresi,
kulit berperan dalam pembentukan dan pengeluaran keringat. Kulit juga berfungsi
untuk melindungi jaringan di bawahnya dari kerusakan-kerusakan fisik karena
gesekan, penyinaran, berbagai jenis kuman, dan zat kimia berbahaya. Selain itu,
kulit berfungsi untuk mengurangi kehilangan air dalam tubuh, mengatur suhu
tubuh, dan menerima rangsangan dari luar. Kulit terdiri atas dua lapisan utama
yaitu lapisan epidermis (lapisan ari) dan lapisan dermis (kulit
jangat). Selain itu ada lapisan subkutis (hypodermis) yang merupakan
lapisan kulit paling dalam yang tersusun atas jaringan ikat kendor dan
mengandung banyak sel lemak.
Struktur kulit dan fungsinya secara lebih lengkap
dapat dilihat pada video berikut!
Hati berada di dalam rongga perut sebelah kanan di bawah diafragma yang dilindungi oleh selaput tipis bernama kapsula hepatis. Selain berperan dalam sistem pencernaan, hati ternyata juga berperan dalam sistem ekskresi, yaitu mengekskresikan zat warna empedu yang disebut bilirubin.
Jadi sel darah yang rusak akan dihancurkan oleh
makrofag di dalam hati dan limpa. Hemoglobin yang terkandung dalam sel darah
merah dipecah menjadi zat besi, globin, dan hemin. Zat besi selanjutnya dibawa
menuju sumsum merah tulang untuk digunakan membentuk hemoglobin baru. Globin
dipecah menjadi asam amino untuk digunakan dalam pembentukan protein lain.
Sedangkan hemin diubah menjadi zat warna hijau yang disebut biliverdin.
Biliverdin kemudian diubah menjadi bilirubin yang merupakan zat warna kuning
oranye. Bilirubin selanjutnya dikeluarkan bersama getah empedu. Getah empedu
dikeluarkan ke usus dua belas jari, kemudian menuju usus besar. Di dalam usus
besar bilirubin diubah menjadi urobilinogen. Urobilinogen diubah menjadi
urobilin sebagai pewarna kuning pada urine dan sterkobilin sebagai pigmen
cokelat pada feses.
Hati juga berfungsi mengubah amonia (NH3)
yang berbahaya jika berada dalam tubuh, menjadi zat yang lebih aman, yaitu
urea. Amonia tersebut dihasilkan dari proses metabolisme asam amino. Urea dari
dalam hati akan dikeluarkan dan diangkut oleh darah menuju ginjal untuk
dikeluarkan bersama urine. Selain berfungsi sebagai organ ekskresi, hati juga
berperan sebagai penawar racun, menyimpan glikogen (gula otot), pembentukan sel
darah merah pada janin dan sebagai kelenjar pencernaan.
Nah, selain berfungsi sebagai alat pernapasan,
paru-paru juga berfungsi sebagai alat ekskresi loh. Mekanisme kerja paru-paru
sebagai sistem ekskresi secara lebih lengkap dapat dilihat pada video berikut
ini.
UJI KANDUNGAN KARBON DIOKSIDA PADA UDARA PERNAPASAN
Sekarang untuk membuktikan kalau dalam udara pernapasan terdapat karbon dioksida, lakukanlah praktikum di rumah secara mandiri. Sebagai acuan unduhlah dan isilah LKPD di bawah!
LKPD "Uji Karbon Dioksida Pada Udara Pernapasan"
Bagaimanakah proses pembentukan urine pada manusia?
Ginjal sebagai organ ekskresi berperan dalam proses
pembentukan urine. Untuk memahami lebih dalam menganai proses pembentukan urine
pada manusia, perhatikan video berikut kemudian selesaikan tugas yang terdapat
setelah tayangan video.
TUGAS "Mekanisme Pembentukan Urine"
Apa yang kalian ketahui mengenai ginjal manusia?
Lalu seperti apa sih struktur ginjal? Untuk menjawabnya, sekarang kalian perhatikan video berikut!
Jadi, ginjal
terbagi menjadi tiga lapisan, yaitu korteks renalis atau kulit ginjal pada
bagian luar, medula renalis, dan di bagian dalam terdapat rongga yang disebut
rongga ginjal atau pelvis renalis. Ginjal tersusun atas lebih kurang 1 juta
alat penyaring yang disebut nefron.
Nefron
merupakan satuan struktural dan fungsional ginjal karena nefron merupakan unit
penyusun utama ginjal dan unit yang berperan penting dalam proses penyaringan
darah. Sebuah nefron terdiri atas komponen penyaring atau badan Malpighi yang
dilanjutkan oleh saluran-saluran (tubulus). Setiap badan Malpighi mengandung
gulungan kapiler darah yang disebut glomerulus yang berada dalam kapsul
Bowman. Pada bagian inilah proses penyaringan darah dimulai.
Siapakah diantara kalian yang suka berolahraga? Apakah kalian pernah memperhatikan tubuh kalian setelah selesai berolahraga? Setelah berolahraga, tubuh kalian pasti mengeluarkan keringat. Mengapa hal itu bisa terjadi? Keringat dikeluarkan oleh tubuh agar terhindar dari zat-zat yang dapat meracuni tubuh sisa dari metabolisme yang sudah tidak berguna lagi bagi tubuh. Lalu bagaimakah proses pengeluaran keringat dari tubuh kalian itu? Dan apakah ada zat lain yang dikeluarkan oleh tubuh kalian agar terhindar dari zat-zat yang dapat meracuni tubuh.
Sekarang coba kalian perhatikan video berikut ini.
Sumber : https://youtu.be/FH98rZ6El5o
Berdasarkan video di atas, peristiwa apakah yang sedang
terjadi?
Peristiwa yang terjadi pada video tersebut adalah peristiwa ekskresi. Apakah ekskresi itu? Dan mengapa ekskresi sangat diperlukan oleh manusia?
Ekskresi adalah proses pengeluaran zat-zat sisa
metabolisme yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh. Sistem ekskresi adalah
sistem biologis yang berfungsi membuang zat-zat sisa metabolisme atau buangan
dari tubuh manusia. Ekskresi diperlukan oleh tubuh agar zat-zat sisa tersebut
tidak meracuni tubuh yang dapat merusak berbagai organ dalam tubuh bahkan
dapat menyebabkan kematian. Zat ini dapat berupa karbon dioksida, urin, urea,
keringat, dan senyawa-senyara lain yang bersifat toksik atau meracuni.
Organ-organ yang berperan dalam sistem ekskresi pada manusia
yaitu :
1. Ginjal
2. Paru – paru
Gambar 1.3 Paru-paru
Sumber : https://images.app.goo.gl/6JQgmokYiHwwCg3dA
4. Kulit