Ginjal berfungsi untuk menyaring darah yang mengandung zat sisa metabolisme dari sel di seluruh tubuh.

Selain berfungsi sebagai alat pernapasan, paru-paru juga berfungsi sebagai alat ekskresi.

Hati berfungsi mengekskresikan zat warna empedu yang disebut bilirubin.

Selain menjaga suhu tubuh, berkeringat ternyata juga berfungsi untuk mengeluarkan zat sisa metabolisme.

Organ pada sistem ekskresi juga dapat terganggu fungsinya. Nah agar tidak terjadi kerusakan kita harus berupaya menjaga kesehatan organ sistem ekskresi

Rabu, 23 Februari 2022

WELCOME

Blog “Sistem Ekskresi Manusia” ini menyajikan kajian ilmu mengenai sistem ekskresi manusia, yang didalamnya berisi fungsi, organ-organ yang terlibat, mekanisme, serta gangguan yang menyerang sistem ekskresi manusia.

PETA KONSEP

 






Sabtu, 12 Februari 2022

ABSENSI

Pada kolom komentar silahkan isikan "Tanggal (DDMMYY)_Kelas_No. Absen_Nama Lengkap"

Apabila belum login email pada blog, silahkan login terlebih dahulu agar bisa mengisikan pada kolom komentar.

Selasa, 08 Februari 2022

SOAL POSTTEST

Silahkan mengerjakan soal posttest berikut ini untuk mengukur sejauh mana pemahaman kalian setelah mempelajari materi sistem ekskresi manusia. Setelah itu isilah angket akhir ICT Literacy dan angket respon peserta didik terhadap media Weblog. Link tersedia di akhir Google Form.




Password : ekskresimanusia1


SOAL PRETEST

Sebelum kalian mempelajari mengenai sistem ekskresi manusia, silahkan kerjakan beberapa soal berikut ini untuk menguji sejauh mana pemahaman awal kalian mengenai materi sistem ekskresi manusia dan kerjakanlah juga angket awal ICT Literacy untuk mengetahui kemampuan ICT kalian. Link tersedia di akhir Google Form.



Password : 


Senin, 07 Februari 2022

DAFTAR PUSTAKA

Adistiana, Karina Dwi. 2018. Organ-Organ Sistem Ekskresi pada Manusia-Biologi Kelas 11. Diakses pada https://www.ruangguru.com/blog/organ-organ-sistem-ekskresi-pada-manusia.

Devi, A. K. B. 2017. Anatomi Fisiologi dan Biokimia Keperawatan. Yogyakarta : Pustaka Baru Press.

Febrianti, Asri. 2018. Sistem Ekskresi. Diakses pada http://asrifebrianti.blogspot.com/

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VIII Semester 2. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kurniawan. 2021. Ganggun Sistem Ekskresi dan Upaya Menjaga Kesehatan Sistem Ekskresi. Diakses pada https://mtsn2kotabandung.sch.id/owanseej/2021/03/GANGGUAN-SISTEM-EKSRESI-DAN-UPAYA-MENJAGA-KESEHATAN-SISTEM-EKSRESI.pdf.

Nugrahaeni. 2020. Pengantar Anatomi Fisiologi Manusia. Yogyakarta : Anak Hebat Indonesia.

Soesilawati, Pratiwi. 2020. Histologi Kedokteran Dasar. Surabaya : Airlangga University Press.


GLOSARIUM

A

Albuminaria        Kelainan yang terjadi akibat adanya kerusakan pada glomerulus yang berperan dalam proses filtrasi, sehingga pada urine ditemukan adanya protein

Alveolus               (jamak, alveoli) Salah satu dari kantong udara buntu yang berlobus banyak, tempat terjadinya pertukaran gas pada paru-paru

Amonia                 Hasil proses metabolisme asam amino

Arteri                   Pembuluh yang membawa darah keluar dari jantung ke organ-organ di seluruh tubuh

Asam amino         Unit terkecil penyusun protein

Asma                    Kelainan yang ditandai dengan penyempitan pada saluran pernapasan

 

B

Biang keringat    Penyakit yang terjadi karena kelenjar keringat tersumbat oleh sel-sel kulit mati yang tidak dapat terbuang secara sempurna. Keringat yang terperangkap tersebut menyebabkan timbulnya bintik-bintik kemerahan yang disertai gatal

Bilirubin              Pigmen berwarna kuning-oranye hasil ekskresi hati; Bilirubin dihasilkan dari perubahan hemoglobin yang terdapat pada sel darah merah

Biliverdin             Pigmen berwarna hijau hasil pengubahan hemin

 

D

Darah               Jaringan ikat dengan matriks cair yang disebut plasma tempat sel darah merah, sel darah putih, dan fragmen sel yang disebut platelet tersuspensi

Darah bersih     Sel-sel darah yang mengandung oksigen untuk disebarkan di seluruh tubuh

Darah kotor          Sel-sel darah yang tidak mengandung oksigen atau biasa dikenal dengan deoksigenasi.

Dermis                  Lapisan yang terdapat berbagai jenis jaringan. Pada lapisan dermis terdapat otot penggerak

Diabetes insipidus     Penyakit yang disebabkan karena seseorang kekurangan hormone ADH atau hormone antidiuretik. Kondisi tersebut menyebabkan keinginan buang air kecil secara terus menerus

Diafragma            Lapisan otot yang membentuk dinding bawah dari rongga dada mamalia. Kontraksi diafragma menarik udara ke dalam paru-paru

Difusi                    Pergerakan spontan zat mengikuti gradien konsentrasinya, dari daerah yang konsentrasinya lebih tinggi ke daerah yang konsentrasinya lebih rendah

 

E

Ekskresi               Pembuangan zat-zat sisa metabolisme yang beracun bagi tubuh

Empedu                Campuran zat-zat yang dihasilkan oleh hati namun disimpan dalam kandung empedu dan yang membantu proses pencernaan dan penyerapan lemak

 

F

Feses                     Zat-zat buangan dari saluran pencernaan

Filtrasi                 Penyaringan/pengambilan air dan zat-zat terlarut yang berukuran kecil, termasuk zat-zat buangan metabolik, dari cairan tubuh

 

G

Ginjal                   Organ yang memiliki fungsi sebagai penyaring darah

Globin                  Hasil perubahan hemoglobin yang terdapat pada sel darah merah

 

H

Hati                      Organ terbesar dalam tubuh vertebrata. Hati berperan dalam menghasilkan empedu, mempersiapkan zat sisa untuk dibuang, dan mendetoksifikasi zat-zat kimia beracun dalam darah

Hemin                  Hasil perubahan hemoglobin yang terdapat pada sel darah merah

Hematuria           Suatu kelainan yang ditandai dengan adanya sel-sel darah merah pada urine. Hal ini disebabkan peradangan pada saluran kemih akibat gesekan dengan batu ginjal

Hemoglobin         Protein yang mengandung besi dalam sel darah merah yang berkaitan dengan oksigen

Hormon ADH      (antidiuretic hormone) hormone yang sering dikenal dengan vasopresin yang dihasilkan oleh hipotalamus yang mendorong penyerapan air pada ginjal


K

Kulit                     Organ ekskresi yang mengeluarkan bahan yang hampir sama dengan ginjal, yaitu sampah nitrogen berupa urea

 

L

Lemak                  Lipid yang tersusun atas tiga asam lemak yang bertautan dengan satu molekul gliserol; disebut juga triasilgliserol atau trigliserida

 

N

Nefritis                 Peradangan pada nefron, yaitu kerusakan bagian glomerulus ginjal. Nefritis disebabkan oleh infeksi bakteri Steptococcus

Nefroan                Satuan ekskresi yang berbentuk tabung pada vertebrata

 

O

Organ                   Pusat terspesialisasi dari fungsi tubuh yang tersusun atas beberapa jenis jaringan berbeda

 

P

Paru-paru            Organ ekskresi yang mengeluarkan sisa metabolisme berupa CO2 dan H2O

Pelvis renalis       Ruang berbentuk corong yang menerima filtrat hasil olahan dari saluran pengumpul ginjal vertebrata dan mengalirkan isinya ke ureter

 

T

Tuberculosis (TBC)   Infeksi disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Selain menginfeksi paru-paru, bakteri ini juga dapat menginfeksi bagian lain dari tubuh

Tubulus distal     Bagian nefron yang membantu menyaring kembali filtrat dan menyalurkannya ke dalam saluran pengumpul

Tubulus proksimal   Bagian nefron yang terletak di sebelah bawah kapsula bowman yang mengangkut dan membantu menyaring kembali filtrat

 

U

Urea                      Zat buangan bernitrogen yang larut dalam air, dihasilkan dalam hati oleh siklus metabolik yang mengombinasikan amonia dan karbon dioksida

Ureter                   Saluran dari ginjal ke kandung kemih

Urine                    Sisa ekskresi yang dikeluarkan melalui ginjal

Urobilin                Pigmen kuning hasil perubahan urobilinogen, yang nantinya diekskresikan bersama urine

Urobilinogen        Hasil perubahan bilirubin yang dibantu oleh bakteri

 

V

Vena                     Pembuluh darah balik, pembuluh yang mengalirkan darah dari jantung ke jantung

PROFIL PENULIS

Segala puji dan syukur senantiasa saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan berkatnya sehingga saya dapat membuat blog ini sebagai media pembelajaran berbasis ICT yang dapat digunakan sebagai inovasi media pembelajaran yang lebih beragam sehingga dapat membantu peserta didik selama pembelajaran sistem ekskresi baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
Apabila terdapat kesalahan dalam pengisisan blog ini, saya sebagai penyusun mohon kritik dan saran yang bersifat konstruktif guna menjadikan blog ini menjadi lebih baik. Harapan saya, blog ini dapat bermanfaat bagi semua pengguna.
Terima kasih


PROFIL PENULIS





UPAYA MENJAGA KESEHATAN SISTEM EKSKRESI

Setelah kita mengetahui beberapa penyakit atau gangguan pada sistem ekskresi, tentu kita ingin agar kita tidak terserang penyakit - penyakit tersebut. Untuk itu ada beberapa hal yang bisa kita lakukan agar terhindar dari penyakit atau gangguan tersebut. Banyak sekali upaya kita untuk menjaga kesehatan sistem ekskresi manusia, diantaranya :

1. Minum Air Putih

Air putih memiliki banyak sekali manfaat bagi tubuh, terutama bagi organ sistem ekskresi seperti ginjal dan kulit. Mengonsumsi air putih yang cukup dapat mencegah tubuh dari dehidrasi atau kekurangan cairan. Karena apabila tubuh mengalami dehidrasi, tubuh tidak dapat berfungsi secara normal. Selain itu kandungan air di dalam tubuh berfungsi untuk mengatur suhu tubuh agar tetap stabil, melindungi organ dan jaringan dalam tubuh, menjaga kulit agar tetap lembab dan sehat, membantu kerja ginjal untuk membersihkan racun yang ada pada tubuh, dan lain – lain.

Apakah kalian tahu, berapa takaran normal minum kita agar tidak kekurangan cairan? Nah coba perhatikan gambar berikut!

Gambar 6.1 Takaran Minum Normal

Sumber : http://p2ptm.kemkes.go.id/uploads/TmQwU05BQS9YYlJpanB5VnNtRldFUT09/19_September_01.png

 

2. Mengatur Pola Makan

Mengatur pola makan yang sehat tentunya kita harus menerapkan “Menu 4 Sehat 5 Sempurna.” Istilah itu telah dijadikan ukuran kecukupan gizi yang ideal bagi tubuh kita. Alasanya karena “Menu 4 Sehat 5 Sempurna” mengandung zat gizi yang lengkap yang mencakup karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Dengan mengatur pola makan yang sehat, kita akan membantu menjaga kesehatan sistem ekskresi dengan mengurangi makanan yang tidak baik untuk tubuh.

Gambar 6.2 Menu 4 Sehat 5 Sempurna

Sumber : https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.gambar.pro%2F2009%2F12%2F87-gambar-4-sehat-5-sempurna-beserta.html&psig=AOvVaw3ngbRVvgM4loTo0FeS5_iC&ust=1645697924044000&source=images&cd=vfe&ved=0CAsQjRxqFwoTCOjYvvTOlfYCFQAAAAAdAAAAABAm


3. Istirahat yang Cukup

Upaya selanjutnya yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan organ sistem ekskresi adalah istirahat yang cukup. Saat tidur, kulit juga beristirahat. Jadi, kualitas tidur yang baik akan membuat kulit menjadi sehat dan tidak kering. Tapi ingat! Tidurnya yang cukup dan jangan berlebihan.

 

4. Rajin Berolahraga

Olahraga yang dilakukan untuk menjaga kesehatan sistem ekskresi sebenarnya tidak perlu yang berat – berat, bisa seperti jalan kaki untuk menuju ke tempat yang dekat. Nah dengan olahraga, bisa membatu kesehatan sistem ekskresi seperti paru – paru dan ginjal.

 

5. Tidak Merokok

Rokok sangat berbahaya bagi kesehatan paru – paru karena mengandung nikotin, tar, karbon monoksida, dan zat berbahaya lainnya.

 

6. Tidak Mengonsumsi Minuman Beralkohol

Alkohol dapat membuat kerusakan pada hati karena harus bekerja ekstra untuk menetralisir racun yang terkandung dalam alkohol.



GANGGUAN SISTEM EKSKRESI

 Coba amati video berikut ini!


Apakah kalian sering menjumpai iklah obat jerawat? Lalu apakah wajah kalian pernah atau sedang berjerawat? Pernahkah kalian merenungkan mengapa jerawat itu bisa muncul di wajah? Nah ternyata, jerawat merupakan salah satu gangguan pada organ sistem ekskresi manusia, tepatnya pada organ kulit. 


Selain jerawat masih ada beberapa gangguan organ sistem ekskresi manusia, diantaranya adalah sebagai berikut.

A. Gangguan pada Ginjal

1. Hematuria

Hematuria adalah penyakit yang diindikasikan adanya sel darah merah di dalam urin.

Referensi :

https://www.alodokter.com/hematuria

https://www.halodoc.com/kesehatan/hematuria


2. Disuria

Disuria adalah penyakit yang diindikasikan dengan rasa nyeri ketika buang air kecil. Hal ini terjadi karena infeksi saluran kemih.

Referensi :

https://hellosehat.com/urologi/kandung-kemih/anyang-anyangan/

https://linksehat.com/artikel/disuria


3. Nefritis

Nefritis adalah penyakit rusaknya nefron, terutama pada bagian-bagian glomerulus ginjal.

Referensi :

https://www.docdoc.com/id/info/condition/radang-ginjal

https://www.gooddoctor.co.id/hidup-sehat/penyakit/penyakit-nefritis/


4. Albuminuria

Albuminuria merupakan penyakit yang terjadi akibat adanya kerusakan pada glomerulus yang berperan dalam proses filtrasi, sehingga pada urine ditemukan adanya protein.

Referensi :


5. Diabetes Insipidus

Penyakit ini disebabkan karena seseorang kekurangan hormone ADH atau hormone antidiuretik

Referensi :


B. Gangguan pada Paru - Paru

1. Tuberkulosis (TBC)

Penyakit pada paru-paru yang disebabkan karena bakteri Mycobaterium tuberculosis. Hal ini menyebabkan difusi oksigen terganggu karena adanya bintil-bintil atau peradangan pada dinding alveolus. Apabila bagian paru-paru yang diserang meluas maka sel-selnya akan mati dan paru-paru akan mengecil serta berakibat nafas dari penderita akan terengah-engah.

Referensi :


2. Asma

Asma adalah reaksi alergi serta penyempitan pada saluran pernapasan menyebabkan sesak napas yang bersifat kambuhan.

Referensi :

https://www.alodokter.com/asma


C. Gangguan pada Hati

1. Sirosis hati

Sirosis hati adalah kondisi berubahnya sel-sel hati menjadi jaringan ikat fibrosa, sehingga sel-sel hati itu kehilangan fungsinya.

Referensi :

https://www.alodokter.com/sirosis

https://www.halodoc.com/kesehatan/sirosis

2. Hepatitis

Hepatitis adalah peradangan pada hati atau liver. Hepatitis bisa disebabkan oleh infeksi virus, bisa juga oleh kondisi atau penyakit lain. Hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus dapat dibedakan menjadi hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D, dan hepatitis E.

Referensi :

https://www.alodokter.com/hepatitis

https://www.halodoc.com/kesehatan/hepatitis


D. Gangguan pada Kulit

1. Jerawat

Jerawat atau bintil adalah infeksi kulit yang umumnya terjadi pada usia remaja hingga dewasa muda. Debu, kotoran, bakteri yang terjebak dalam pori-pori menyebabkan munculnya jerawat. Jerawat berlebihan menunjukkan bahwa tubuh tidak mampu mengeluarkan racun dan limbah karena banyak masalah ginjal hormonal dan lainnya.

Referensi :


2. Biang Keringat

Biang keringat terjadi karena kelenjar keringat tersumbat oleh sel-sel kulit mati, sehingga keringat terperangkap dan menyebabkan timbulnya bintik kemerahan yang disertai rasa gatal. Selain itu, debu dan kosmetik juga menyebabkan biang keringat.

Referensi :

https://www.alodokter.com/biang-keringat




TUGAS MIND MAP

Perhatikan petunjuk pengerjaan tugas berikut ini!

MEKANISME PENGELUARAN KERINGAT

Ternyata di dalam kulit terdapat kelenjar keringat yang berfungsi untuk mengeluarkan keringat dari tubuh. Lalu bagaimana sih mekanisme pengeluaran keringat dari tubuh? Yuk sekarang kalian perhatikan video berikut ya.


Nah, setelah kalian mengamati video tersebut, silahkan kerjakan beberapa pertanyaan pada lembar pertanyaan berikut.



KULIT

Ketika berolahraga kalian akan mengeluarkan keringat bukan?

Gambar 5.1 Seseorang sedang Berkeringat


Selain menjaga suhu tubuh, berkeringat ternyata juga berfungsi untuk mengeluarkan zat sisa metabolisme. Sebagai organ ekskresi, kulit berperan dalam pembentukan dan pengeluaran keringat. Kulit juga berfungsi untuk melindungi jaringan di bawahnya dari kerusakan-kerusakan fisik karena gesekan, penyinaran, berbagai jenis kuman, dan zat kimia berbahaya. Selain itu, kulit berfungsi untuk mengurangi kehilangan air dalam tubuh, mengatur suhu tubuh, dan menerima rangsangan dari luar. Kulit terdiri atas dua lapisan utama yaitu lapisan epidermis (lapisan ari) dan lapisan dermis (kulit jangat). Selain itu ada lapisan subkutis (hypodermis) yang merupakan lapisan kulit paling dalam yang tersusun atas jaringan ikat kendor dan mengandung banyak sel lemak.

Gambar 5.2 Lapisan Kulit

Gambar 5.2 Struktur Kulit

Struktur kulit dan fungsinya secara lebih lengkap dapat dilihat pada video berikut!



HATI

Hati berada di dalam rongga perut sebelah kanan di bawah diafragma yang dilindungi oleh selaput tipis bernama kapsula hepatis. Selain berperan dalam sistem pencernaan, hati ternyata juga berperan dalam sistem ekskresi, yaitu mengekskresikan zat warna empedu yang disebut bilirubin.

Bilirubin dihasilkan dari pemecahan hemoglobin yang terdapat pada sel darah merah. Sel darah merah hanya memiliki rentang waktu antara 100 – 120 hari karena sel darah merah tidak memiliki inti sel dan membran selnya selalu bergesekan dengan pembuluh kapiler darah. Karena tidak memiliki inti sel, sel darah merah tidak dapat membentuk komponen baru untuk menggantikan komponen sel yang rusak. Berikut adalah bagan proses pemecahan sel darah merah.


Gambar 4.1 Bagan Proses Pemecahan Sel Darah Merah

Sumber : Buku Paket IPA Kelas VIII SMP

Jadi sel darah yang rusak akan dihancurkan oleh makrofag di dalam hati dan limpa. Hemoglobin yang terkandung dalam sel darah merah dipecah menjadi zat besi, globin, dan hemin. Zat besi selanjutnya dibawa menuju sumsum merah tulang untuk digunakan membentuk hemoglobin baru. Globin dipecah menjadi asam amino untuk digunakan dalam pembentukan protein lain. Sedangkan hemin diubah menjadi zat warna hijau yang disebut biliverdin. Biliverdin kemudian diubah menjadi bilirubin yang merupakan zat warna kuning oranye. Bilirubin selanjutnya dikeluarkan bersama getah empedu. Getah empedu dikeluarkan ke usus dua belas jari, kemudian menuju usus besar. Di dalam usus besar bilirubin diubah menjadi urobilinogen. Urobilinogen diubah menjadi urobilin sebagai pewarna kuning pada urine dan sterkobilin sebagai pigmen cokelat pada feses.

Hati juga berfungsi mengubah amonia (NH3) yang berbahaya jika berada dalam tubuh, menjadi zat yang lebih aman, yaitu urea. Amonia tersebut dihasilkan dari proses metabolisme asam amino. Urea dari dalam hati akan dikeluarkan dan diangkut oleh darah menuju ginjal untuk dikeluarkan bersama urine. Selain berfungsi sebagai organ ekskresi, hati juga berperan sebagai penawar racun, menyimpan glikogen (gula otot), pembentukan sel darah merah pada janin dan sebagai kelenjar pencernaan.





PARU - PARU

Masih ingatkah kalian apa yang dikeluarkan paru-paru selama bernapas?

Gambar 3.1 Struktur Paru-Paru pada Manusia

Nah, selain berfungsi sebagai alat pernapasan, paru-paru juga berfungsi sebagai alat ekskresi loh. Mekanisme kerja paru-paru sebagai sistem ekskresi secara lebih lengkap dapat dilihat pada video berikut ini.



Secara sederhana, oksigen yang memasuki alveolus akan berdifusi dengan cepat memasuki kapiler darah yang mengelilingi alveolus, sedangkan karbon dioksida akan berdifusi dengan arah yang sebaliknya. Darah pada alveolus akan mengikat oksigen dan mengangkutnya ke jaringan tubuh. Di dalam pembuluh kapiler jaringan tubuh, darah mengikat karbon dioksida (CO2) untuk dikeluarkan bersama uap air. Reaksi kimia tersebut secara ringkas dapat kita tuliskan sebagai berikut.

Sumber : Buku Paket IPA Kelas VIII SMP



UJI KANDUNGAN KARBON DIOKSIDA PADA UDARA PERNAPASAN

Sekarang untuk membuktikan kalau dalam udara pernapasan terdapat karbon dioksida, lakukanlah praktikum di rumah secara mandiri. Sebagai acuan unduhlah dan isilah LKPD di bawah!


LKPD "Uji Karbon Dioksida Pada Udara Pernapasan"


Unggah hasil jawaban LKPD kalian pada link berikut!

MEKANISME PEMBENTUKAN URINE

Bagaimanakah proses pembentukan urine pada manusia?

Ginjal sebagai organ ekskresi berperan dalam proses pembentukan urine. Untuk memahami lebih dalam menganai proses pembentukan urine pada manusia, perhatikan video berikut kemudian selesaikan tugas yang terdapat setelah tayangan video.




TUGAS "Mekanisme Pembentukan Urine"



GINJAL

Apa yang kalian ketahui mengenai ginjal manusia?

Ginjal merupakan organ yang berfungsi untuk menyaring darah yang mengandung zat sisa metabolisme dari sel di seluruh tubuh. Posisi ginjal berada di dalam rongga perut tepatnya di sebelah kanan dan kiri tulang pinggang, yaitu di dalam rongga perut pada dinding tubuh bagian belakang (dorsal). Ginjal pada manusia berjumlah sepasang dengan posisi ginjal sebelah kanan sedikit lebih rendah daripada ginjal sebelah kiri. Hal ini dikarenakan posisi hati menduduki ruang banyak di sebelah kanan. Bentuk ginjal seperti biji kacang, sisi luarnya cembung. Ginjal berwarna merah karena banyak darah yang masuk ke dalam ginjal. Darah akan masuk ke dalam ginjal melalui pembuluh arteri besar dan akan keluar dari ginjal melalui pembuluh vena besar.


Lalu seperti apa sih struktur ginjal? Untuk menjawabnya, sekarang kalian perhatikan video berikut!


Jadi, ginjal terbagi menjadi tiga lapisan, yaitu korteks renalis atau kulit ginjal pada bagian luar, medula renalis, dan di bagian dalam terdapat rongga yang disebut rongga ginjal atau pelvis renalis. Ginjal tersusun atas lebih kurang 1 juta alat penyaring yang disebut nefron.


Gambar 2.1 Ginjal dan Struktur Penyusunnya

Nefron merupakan satuan struktural dan fungsional ginjal karena nefron merupakan unit penyusun utama ginjal dan unit yang berperan penting dalam proses penyaringan darah. Sebuah nefron terdiri atas komponen penyaring atau badan Malpighi yang dilanjutkan oleh saluran-saluran (tubulus). Setiap badan Malpighi mengandung gulungan kapiler darah yang disebut glomerulus yang berada dalam kapsul Bowman. Pada bagian inilah proses penyaringan darah dimulai.


Gambar 2.2 Struktur Badan Malpighi

Medula renalis (bagian tengah ginjal) tersusun atas saluran-saluran yang merupakan kelanjutan dari badan Malpighi dan saluran yang ada di bagian korteks renalis. Saluran-saluran itu adalah tubulus proksimal, lengkung Henle, tubulus distal, dan tubulus kolektivus (pengumpul) yang terdapat pada medula. Lengkung Henle adalah saluran ginjal yang melengkung pada daerah medula yang mengubungkan tubulus proksimal dengan tubulus distal. Pelvis renalis atau rongga ginjal berfungsi sebagai penampung urine sementara sebelum dikeluarkan melalui ureter.



Minggu, 06 Februari 2022

SISTEM EKSKRESI

Siapakah diantara kalian yang suka berolahraga? Apakah kalian pernah memperhatikan tubuh kalian setelah selesai berolahraga? Setelah berolahraga, tubuh kalian pasti mengeluarkan keringat. Mengapa hal itu bisa terjadi? Keringat dikeluarkan oleh tubuh agar terhindar dari zat-zat yang dapat meracuni tubuh sisa dari metabolisme yang sudah tidak berguna lagi bagi tubuh. Lalu bagaimakah proses pengeluaran keringat dari tubuh kalian itu? Dan apakah ada zat lain yang dikeluarkan oleh tubuh kalian agar terhindar dari zat-zat yang dapat meracuni tubuh.


Sekarang coba kalian perhatikan video berikut ini.

Sumber : https://youtu.be/FH98rZ6El5o

 

Berdasarkan video di atas, peristiwa apakah yang sedang terjadi?



Sistem Ekskresi

Peristiwa yang terjadi pada video tersebut adalah peristiwa ekskresi. Apakah ekskresi itu? Dan mengapa ekskresi sangat diperlukan oleh manusia?

Ekskresi adalah proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh. Sistem ekskresi adalah sistem biologis yang berfungsi membuang zat-zat sisa metabolisme atau buangan dari tubuh manusia. Ekskresi diperlukan oleh tubuh agar zat-zat sisa tersebut tidak meracuni tubuh yang dapat merusak berbagai organ dalam tubuh bahkan dapat menyebabkan kematian. Zat ini dapat berupa karbon dioksida, urin, urea, keringat, dan senyawa-senyara lain yang bersifat toksik atau meracuni.

Organ-organ yang berperan dalam sistem ekskresi pada manusia yaitu :

1. Ginjal

Gambar 1.1 Ginjal

2. Paru – paru

Gambar 1.3 Paru-paru

Sumber : https://images.app.goo.gl/6JQgmokYiHwwCg3dA

 3. Hati


Gambar 1.3 Hati

4. Kulit

Gambar 1.4 Kulit